Oleh: nayfosas | Oktober 3, 2009

Film Miyabi dan Syahwat Kebinatangan

Loh yang bikin kan Kambing Jantan, yang juga sama-sama binatang toh? Gitu kok diributkan.. :-)

Saya tak ingin menyebut Anda yang meributkan film “Menculik Miyabi” sebagai korban kebinatangan. Tapi coba simak pendapat saya yang dangkal berikut ini.

Dalam ilmu komunikasi (dasar), dosen saya tercinta di Unitomo dulu berkali-kali mengatakan “who? says what? in which channel? to whom? with what effect?” teori Lasswell membias mengatakan bila “Siapa” nya tidak dikenal dia bisa ‘mengatakan’ sesuatu yang “membuat heboh” biar menjadi terkenal. Dengan saluran yg efektif & waktu yang tepat, maka dia akan menguasai dunia. Dalam komunikasi, Sex adalah salah satu dari sebagian niche produk yang tinggi konsumsinya.

Banyak orang akan melakukan banyak hal untuk membuatnya dikenal, dan terkenal. Penulis buku biasanya memilih judul-judul hebat, membalikkan logika agar bukunya menarik pembaca dan laris terjual. Penyanyi membuat lagu-lagu aneh, agar menjadi terkenal. Penyair memilih keluar dari pakem untuk menciptakan genre baru dan di kenal. Banyak orang pun manfaatkan keterkenalan itu untuk kepentingan finansial.

Pertama sekali mengetahui film tersebut dari berita singkat Yahoo! ketika suatu pagi saya membuka YM. Seorang tokoh agama ingin menasehati, bila bertemu dengannya. Yang ada di pikiran saya waktu itu adalah pikiran negatif. Jangan-jangan alih-alih menasehati malah kejebak kemolekan fisiknya:)

Saya bukanlah manusia suci,  apalagi sok suci. Saya pun juga pernah melihat beberapa kali Maria Ozawa beraksi. Namun saya berprinsip, Jika melakukan dosa maka biarlah dosa itu hanya antara saya dan Pencipta – tidak melibatkan apalagi mempromosikan dosa saya sehingga orang lain ikut-ikutan karena saya. Bagi saya, terus terang dan mungkin kebanyakan orang, Miyabi bukanlah calon kekasih impian.  Kalo saya tanya siapa yang berminat menjadikannya sebagai isteri? Coba pikirkan sekali lagi! Mungkin tak ada yang mau :-(

Karena Miyabi sudah menempatkan diri sebagai benda -tanpa perasaan- kecuali untuk memuaskan. Dengan posisi itu ia berprilaku layaknya binatang tanpa malu bersetubuh di depan jutaan orang. Rasanya binatangpun berprilaku lebih baik karena tidak di anugerahi akal apalagi melakukannya demi uang. Kalau begitu ngapain repot dgn orang2 yang lebih senang disebut binatang apalagi mempublikasikan film hewan karena di taman safari pun kita bisa menjumpainya.

Fantasi kelamin Raditya mewakili fantasi kelamin semua penggemar Maria Ozawa. “Yang terpenting kita mau kasih lihat, bintang porno itu manusia juga” katanya Dika ketika di tanya alasan memilih Miyabi. Bagi semua penggemar; Miyabi itu manusia, jin, iblis gundoruwo atau dedemit tidaklah penting. Selama Miyabi masih sexy, masih merangsang, tubuhnya masih sintal, kulitnya masih mulus dan enak di lihat, maka alasan si Dika tadi menjadi mengada-ada.

Kengerian yang saya pikirkan akibat film produksi Maxima Picture tsb, Tidakkah Dika berpikir tindakan nya selain popularitas akan berdampak dosa dan akibat buruk bagi banyak orang. Karena dengan begini si kambing jantan telah mempromosikan Miyabi untuk menutup rasa penasaran, tentu banyak pihak yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.. Dan dosapun akan mengalir kemana-mana.

Pihak produksi bisa saja mencari sensasi dengan melemparkan wacana tersebut, kemudian menunggu reaksi, melihat pro dan kontra. Bila terlalu keras yah di stop saja dan tidak dilanjutkan. Tapi dengan biaya produksi yang sedikit akan jauh tertutupi dengan jebakan pemberitaan dimana-mana. Apakah MUI atau lainnya akan terjebak lagi dan membuat semua penganut agama penasaran dan mencari tahu, sehingga popularitasnya semakin meningkat. Bagi saya, pemerintah lebih baik bersama-sama pemuka agama berkoordinasi menemukan solusi.

Sekali lagi, ini bukan urusan sok suci, atau sekedar cibiran munafik…

Dulunya saya pun menyukai Raditya dIKA karena buku-bukunya. Walau ada kadang saya berpikir kok agak berlebihan, apa perlu yah privasi/aib diri diumbar ke orang2 menjadi ajang narsis pula! Tapi jujur sayapun terhibur. Tapi sekarang saya menjadi miris, akan banyak penggemarmu yang berkurang, dan akan begitu banyak orang yang akan menjadi penggemar miyabi, menyaksikan dan mencari tahu siapa itu Miyabi..

Update 03/10/2009 – dini hari – menjelang libur


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.